Kampong Lorong Buangkok: Desa Terakhir di Singapura

Kampong Lorong Buangkok

Singapura dikenal sebagai kota futuristik dengan gedung pencakar langit, transportasi canggih, dan desain urban yang rapi. Namun, di balik kemegahan Marina Bay dan Orchard Road, masih ada satu tempat bersejarah yang jarang dibahas wisatawan: Kampong Lorong Buangkok. kampung tradisional terakhir yang masih hidup di daratan utama Singapura. Temoat ini berlokasi di Lorong Buangkok, Hougang, Singapura. Didirikan pada tahun 1956, kompleks ini adalah satu-satunya kampung yang masih bertahan di Singapura abad ke-21

๐ŸŒฟ Apa Itu Kampong Lorong Buangkok?

Kampong Lorong Buangkok adalah kampung tradisional yang mulai terbentuk pada tahun 1956 setelah seorang penjual obat tradisional bernama Sng Teow Koon membeli lahan rawa di daerah Hougang. Awalnya kampung ini dikenal sebagai Kampong Selak Kain. Nama ini berasal dari kebiasaan warga yang harus mengangkat kain ketika melewati genangan air pada musim hujan.

Hari ini kampung ini tetap mempertahankan keasriannya: jalan tanah kecil, rumah-rumah kayu beratap seng, kabel listrik menggantung, ayam berkeliaran, hingga suasana ramah tetangga yang sudah langka di negara kota modern seperti Singapura.ย 

๐Ÿงญ Mengapa Kampong Lorong Buangkok Begitu Spesial?

๐Ÿ›– 1. Satu-satunya Kampung Tradisional yang Masih Ada

Kampong Lorong Buangkok adalah kampung terakhir yang masih berdiri di pulau utama Singapura di tengah modernisasi pesat sejak tahun 1980-an. Dulu ratusan kampung tradisional tersebar di seluruh negeri, tetapi hampir semuanya telah tergantikan oleh pembangunan HDB, gedung pencakar langit, dan jalan tol.

๐ŸŒบ 2. Suasana Hidup yang Tidak โ€œBiasaโ€ untuk Singapura

Saat berkunjung ke kampung ini, kamu akan merasa seperti melangkah mundur ke masa lalu Singapura. Rumah-rumah kayu, suara ayam, jalan tanah, serta warga yang akrab satu sama lain menghadirkan pengalaman authentic village life yang jarang ditemui di Singapura modern.ย 

๐Ÿ‘จโ€๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง 3. Komunitas yang Tetap Bersatu

Komunitas kampung ini terdiri dari puluhan keluarga dari berbagai latar belakang etnis, termasuk Melayu dan Cina. Di kampung ini, gotong royong dan hubungan antarwarga tetap kuat, mencerminkan nilai komunitas tradisional yang terus dilestarikan.ย 

๐Ÿ“œ 4. Nilai Budaya dan Sejarah yang Tak Ternilai

Kampung ini tidak hanya sekadar โ€œtempat lama,โ€ tetapi juga simbol perpaduan budaya, toleransi, dan harmoni di Singapura. Meskipun sebagian besar warga Singapura tidak pernah tinggal di kampung tradisional seperti ini, Kampong Lorong Buangkok tetap mempertahankan tradisi yang menggambarkan masa lalu negara ini.ย 

๐Ÿ“ธ Tips Berkunjung ke Kampong Lorong Buangkok

โœ… Nikmati tur santai: Kampung ini bisa dijelajahi dengan berjalan kaki. Kamu bisa melihat rumah-rumah klasik dan kehidupan warga yang tersisa.
โœ… Hargai privasi penduduk: Meski kita bebas berjalan di jalur umum, rumah penduduk adalah ruang pribadi; mohon hargai mereka.
โœ… Ambil foto suasana kampung: Kontras antara kampung tradisional dan gedung HDB di sekitarnya menciptakan pemandangan yang Instagrammable.
โœ… Waktu terbaik: Pagi atau sore hari adalah saat terbaik untuk menikmati suasana damai dan foto terbaik.

โœจ Kesimpulan

Kampong Lorong Buangkok bukan hanya tempat wisata, tapi juga warisan budaya yang hidup terakhir dari kampung tradisional yang pernah melimpah di Singapura. Di sana kamu bisa merasakan kehidupan sederhana penuh nilai komunitas di tengah negara yang modern dan cepat berubah.

Untuk berkendara ke Kampong Lorong Buangkok dengan tenang dan praktis, gunakanlah jasa kami. Kunjungi website kami diย  https://tourwisatasingapura.com/ atau Instagram @sg.cab untuk informasi lebih lanjut.

× Chat NOW!